tanm
Warta2 menit baca

Uwi, Dulu Tanaman Anti Lapar Kini Tumbuhan Liar

T
Tim Tanm11 Juli 2023 · 9 dibaca

Dahulu, uwi merupakan salah satu pangan alternatif, penolong di masa paceklik. Saat kemarau melanda, padi...

Dahulu, uwi merupakan salah satu pangan alternatif, penolong di masa paceklik. Saat kemarau melanda, padi dan sagu belum bisa dipanen maka orang akan mengkonsumsi umbi seperti uwi. Umbi uwi bernama ilmiah Dioscorea alata ini masuk dalam suku uwi-uwian (Dioscorea spp). [1]

Kronik dari Dinasti Liao dan Dinasti Ming mencatat bagaimana tanaman Uwi ini menjadi komoditas pangan paling populer di masa itu. Uwi juga di perdagangkan di Selat Malaka, dan menjadi senjata ketahanan pangan bagi masyarakat agraris di Nusantara '[1]

Di tanah Jawa, uwi memiliki kerabat beragam dan dikenal dengan beberapa sebutan. Antara lain, gembili (Dioscorea esculenta), gembolo (Dioscorea bulbifera), sosohan (Dioscorea pentaphylla), dan gadung (Dioscorea hispida).

Tumbuhan asli tanah Jawa ini kini bahkan sulit dijumpai di wilayah Jawa itu sendiri. Pergeseran kebiasaan masyarakat Nusantara yang awalnya mengkonsumsi umbi-umbian, menjadi mengkonsumsi nasi.  [1]

Pergeseran itu diduga menjadi penyebab utama dalam berubahnya status dari tanaman budidaya menjadi tumbuhan liar. [1]

Di Provinsi Yunan, China. Di China, kamu dapat dengan mudah menjumpai tanaman Uwi ini. Status tanaman ini masih terjaga dengan baik. Bahkan tumbuham Uwi ini dibudidayakan sudah berabad-abad lamanya bahkan dari generasi ke generasi.

Para petani di Yunan, China mencetak umbi tumbuhan ini sejak mereka berada di dalam tanah. Tujuannya, agar umbi yang dihasilkan lurus dan juga besar. 

Pemanenan uwi bisa dilakukan setelah tanaman berumur 1 sampai 2 tahun dan dapat dilakukan setiap 3 tahun sekali agar bisa menghasilkan umbi yang besar.

Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sudah meneliti uwi sejak 2012 lalu dengan tahapan mulai eksplorasi, koleksi jenis uwi, sampai analisis kandungan nutrisi.

Peneliti uwi di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi, Fauziah mengatakan, penelitian saat ini masuk tahap seleksi kandungan nutrisi umbi uwi dan uji coba mengolahnya menjadi tepung. [2]

"Butuh waktu lama karena ini untuk dikonsumsi manusia, harus berhati–hati. Sekarang penelitian fokus pada tiga kandungan nutrisi dalam uwi yakni karbohidrat, protein dan lemak," urai Fauziah. [2]

Ciri uwi yang siap panen [1] yaitu daunnya mulai menguning dan rontok. Pohon uwi yang siap panen juga akan berangsur mengering. Uwi ini termasuk ke dalam umbi-umbian yang kaya akan nutrisi. 

Kandungan nutrisi uwi [1] lebih baik dibanding umbi-umbian lainnya seperti kentang, ubi jalar dan ubi kayu. Uwi berpotensi menjadi pangan alternatif yang menyehatkan, terutama untuk mereka yang menerapkan diet ketat atau penderita diabetes. 

Referensi 
  1. Menggali Potensi Uwi, Umbi yang Kaya Khasiat
  2. Mutmainah, (2023) Imelda Yuliana, China Budidayakan Tanaman Asli Jawa yang Sudah Mulai Langka, https://blitar.jatimtimes.com/ 09 Juli 2023