tanm
Filosofi1 menit baca

Tunggak Semi ,Filosofi Tetap Bersemi Meski Dikerdilkan Kondisi

T
Tim Tanm13 Juni 2023 · 29 dibaca

Tunggak Semi, dua frasa ini kerap kita dengan dalam kehidupan keseharian masyarakat Jawa. Secara umum,...

Tunggak Semi, dua frasa ini kerap kita dengan dalam kehidupan keseharian masyarakat Jawa. Secara umum, Tunggak adalah sisa batang kayu dan akar yang masih tertinggal di dalam tanah sesudah ditebang [1] dan Semi berarti semi [se·mi] - tunas; taruk; · atau bertunas; (Jawa) [2]

Secara terminologi, Tunggak Semi memuat sebuah filosofi dari tunggak tanaman yang bila dipotong akan tumbuh kembali. Falsafah Tunggak Semi ini sebenarnya juga mengajarkan bahwa semua manusia sebenarnya adalah sebuah tunggak dari pohon besar yang mampu mengayomi lingkungan tempatnya hidup, namun kemampuan luar biasa tersebut dipotong atau dikerdilkan oleh lingkungannya.

Pesan moral yang hendak diajarkan para leluhur di tanah Jawa adalah ketika Manusia di tempa sebuah musibah atau masalah, hendaknya tetap bisa tumbuh, sebab di sadari atau tidak, Alam mengajarkan manusia melalui berbagai cara, dan salah satunya adalah melalui musibah. Kawah Candradimuka inilah yang akhirnya membuat seseorang yang seharusnya tetap tegar dan bangkit meski sebelumnya pernah jatuh tidak berdaya, menjadi dilemahkan. tofan@pawinihan

Referensi 
  1. Arti kata 'tunggak' di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) 
  2. Arti kata 'semi' di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)