Riset2 menit baca
Trembesi, Mesin Penyerap Karbon Terbesar
T
Tim Tanm7 Juni 2023 · 10 dibaca
Trembesi (Samanea saman), juga dikenal sebagai pohon hujan, memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida (CO2) yang...
Trembesi (Samanea saman), juga dikenal sebagai pohon hujan, memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida (CO2) yang besar.
Secara umum, trembesi dapat menjadi pilihan yang baik dalam upaya penyerapan karbon dan mitigasi perubahan iklim, terutama jika ditanam dalam skala yang luas dan dikelola dengan baik. [1] Namun, penting untuk melakukan evaluasi lebih lanjut dan mengkombinasikan upaya penanaman pohon dengan langkah-langkah lainnya untuk mencapai tujuan penyerapan karbon secara efektif dan berkelanjutan.
Pada umumnya, pohon yang masih muda dan aktif dalam pertumbuhan cenderung menyerap karbon lebih banyak daripada pohon yang sudah mencapai puncak pertumbuhannya. [2] Hal ini karena pertumbuhan yang aktif membutuhkan lebih banyak energi dan nutrisi, termasuk karbon yang diambil dari CO2 di udara.
Penelitian telah menunjukkan bahwa trembesi mampu menyerap karbon dengan tingkat yang relatif tinggi. Sebagai contoh, sebuah studi di Trinidad menemukan bahwa trembesi yang berusia 10 tahun dapat menyerap sekitar 15 ton karbon per hektar per tahun. Studi lain di Amerika Tengah menunjukkan bahwa trembesi yang berusia 3-5 tahun dapat menyerap sekitar 5,3 ton karbon per hektar per tahun.
Dalam 1 ha Tanaman Trembesi dapat menyerap 28,488 kg/tahun [3]
Beberapa alasan mengapa trembesi dapat menyerap karbon dioksida terbesar adalah sebagai berikut:
- Luas daun yang besar: Trembesi memiliki daun yang lebar dan jumlahnya banyak. Daun-daun ini memberikan luas permukaan yang besar untuk fotosintesis, yaitu proses di mana tumbuhan menyerap karbon dioksida dari udara dan mengubahnya menjadi zat organik menggunakan energi matahari. Dengan luas daun yang besar, trembesi dapat menyerap dan memanfaatkan lebih banyak karbon dioksida.
- Tingkat pertumbuhan yang cepat: Trembesi adalah pohon yang tumbuh dengan cepat. Pertumbuhan yang cepat membutuhkan lebih banyak energi dan karbon untuk membangun jaringan pohon. Sebagai akibatnya, trembesi memiliki kebutuhan karbon dioksida yang tinggi untuk mendukung pertumbuhannya yang cepat. Proses fotosintesis yang aktif dalam trembesi membantu menyerap karbon dioksida dari udara untuk memenuhi kebutuhan ini.
- Efisiensi fotosintesis yang tinggi: Trembesi memiliki efisiensi fotosintesis yang tinggi, yaitu kemampuan untuk mengubah karbon dioksida menjadi zat organik dengan efisien. Ini berarti trembesi dapat mengoptimalkan penggunaan karbon dioksida yang diserap untuk produksi biomassa.
- Ukuran pohon yang besar: Trembesi dapat tumbuh menjadi pohon besar dengan batang yang kuat dan bercabang. Pohon yang besar memiliki volume jaringan yang lebih besar, termasuk kayu dan daun, yang mampu menyimpan lebih banyak karbon dioksida dalam bentuk biomassa.
- Kombinasi dari luas daun yang besar, pertumbuhan yang cepat, efisiensi fotosintesis yang tinggi, dan ukuran pohon yang besar membuat trembesi mampu menyerap karbon dioksida dengan tingkat yang signifikan. Oleh karena itu, trembesi dianggap memiliki potensi yang baik sebagai pohon penyerap karbon dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
Referensi
- Anil Ragula & Krishna K. Chandra, Carbon Management Journal, Tree species suitable for roadside afforestation and carbon sequestration, ISSN: 1758-3004 (Print) 1758-3012 (Online) Journal
- Ronald Kondo Lembang, M.Hut Steven Iwamony, S.Si, Studi Kebutuhan Hutan Kota Sebagai Penyerap CO₂ Di Kota Tobelo Tahun 2012,
- Dahlan (2008), Daya serap Tanaman Terhadap CO2