Riset3 menit baca
Taru Pramana, Ketika Tumbuhan Bicara Khasiat Biofarmaka
T
Tim Tanm2 Juli 2023 · 29 dibaca
Tityang taru sotong, daging anget, rasa sepet, dados anggen tamba pangemped mising, sa, muncuk tityange...
Tityang taru sotong, daging anget, rasa sepet, dados anggen tamba pangemped mising, sa, muncuk tityange ulig, anggen papuser ring pungsed, ra, katumbar bolong, 3, lunak. [3]
Artinya:
Hamba Pohon jambu biji (Latin: Psidium guajava) daging (buah) hangat, rasanya sepat dapat dipergunakan mengobati orang mencret, ambil pucuk daun jambu biji kemudian tambahkan tiga biji ketumbar dan asam setelah itu dihaluskan kemudian tempelkan pada pusar.
Kalimat diatas merupakan salah satu contoh naskah dalam lontar Taru Pramana. Dalam ajaran pengobatan Taru Pramana menjelaskan mitologi tumbuh-tumbuhan itu dapat berbicara dan menceritakan khasiat dirinya [2]
Setiap tumbuh-tumbuhan menyatakan dirinya dapat menyembuhkan suatu penyakit tertentu, baik dengan daunnya bunganya, buahnya, kulitnya, akarnya, bahkan kayunya.
Tradisi pengobatan masyarakat Bali dikenal dalam bentuk pemanfaatan tumbuhan ini ydi muat dalam Naskah lontar “Taru Pramana”
Naskah lontar “Taru Pramana” koleksi Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda menempatkan perspektif hubungan antara manusia dan tumbuhan [1]
Taru Pramana adalah sebuah naskah Bali klasik (lontar) menceritakan tentang berbagai jenis tumbuhan yang dapat dijadikan obat-obatan herbal digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Bagian tumbuhan digunakan bahan obat-obatan itu seperti akar, batang (babakan), daun, bunga, buah, dan getahnya. [3]
Didalamnya, mengandung keanekaragaman tumbuhan obat dan pemanfaatannya dalam sistem pengobatan tradisional Bali.
Sebanyak 182 spesies tanaman digunakan dalam pengobatan tradisional Bali, sebagian besar termasuk anggota keluarga euphorbiaceae, moraceae, fabaceae, dan zingiberaceae. [1]
Bagian yang dimanfaatkan adalah daun, pucuk, kulit batang, akar, buah, getah, umbi dan dimanfaatkan menjadi berbagai bentuk obat seperti loloh, boreh, sembar, tutuh, tempel, dan ses. [1]
Praktik penggunaan tanaman obat dalam pengobatan tradisional Bali didasarkan pada sistem kepercayaan dan pengetahuan yang kuat. [1]
Lontar Taru Pramana menguraikan obat-obatan alternatif dengan bahan tumbuh-tumbuhan. [2]
Pengobatan dengan obat berdasarkan Lontar Taru Pramana sangat murah karena tidak banyak mengeluarkan biaya, terjangkau bagi seluruh kalangan masyarakat. [2] Bahan-bahan obat dapat diambil dari alam diramu secara mudah.
Fungsi Tumbuh-Tumbuhan Sebagai Bahan Pengobatan, disebutkan bahwa dalam Taru Pramana semua tumbuh-tumbuhan menyatakan dirinya dapat dijadikan obat ketika ia dicampur dengan tumbuh-tumbuhan yang lainnya dengan presentase tertentu. [2]
Setiap campuran ada dengan cara dihaluskan kemudian ditambah dengan air lalu diminum dipakaikan jamu.
Adapun tujuan pelestarian tumbuh-tumbuhan disamping sebagai bahan obat adalah juga menjaga keseimbangan ekosistem dalam kehidupan serta melestarikan keanekaragaman hayati yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat. [2]
Dalam pemanfatannya sebagai obat, tumbuh-tumbuhn dalam lontar Taru Pramana dapat diolah dalam berbagai bentuk, di antaranya: [3]
- Loloh (Jamu) berupa cairan pekat didapatkan dengan cara meremas atau menggiling ditambahkan dengan bahan lain telah ditentukan yang dalam penggunaanya diminum.
- Sembar/simbuh yaitu ramuan yang didapat dengan mengunyah bahan obat-obatan sampai lumat setelah itu disemburkan secara langsung pada bagian yang sakit.
- Boreh (Lulur) yaitu obat yang didapatkan dengan cara menghaluskan campuran bahan obat-obatan yang biasanya ada campuran cairan seperti cuka, air atau arak. Setelah bahan menjadi halus maka langsung dibalurkan pada bagian yang sakit.
- Tutuh yaitu ramuan yang didapatkan dengan cara memeras atau menggiling bahan obat-obatan kemudian disaring. Untuk proses pengobatannya dapat dilakukan dengan meneteskan atau menghirup.
- Tempel yaitu proses pengobatan yang dilakukan dengan menempelkan ramuan obat yang telah dihaluskan pada bagian yang diobati.
- Ses yaitu proses pengobatan yang dilakukan dengan mengompreskan ramuan obat yang telah diolah.
Referensi
- I Nyoman Arsana (20190 Jurnal University of Hindu Indonesia, Keragaman Tanaman Obat dalam Lontar “Taru Pramana” dan Pemanfaatannya untuk Pengobatan Tradisional Bali
- Putu Eka Sura Adnyana (2019), Lontar Taru Pramana : Pelestarian Budaya Pengobatan Tradisional Bali
- Made Suteja (2023) Manfaat Tanaman Taru Pramana di Halaman Rumah, Podiumnews, 24 Maret 2023