Warta2 menit baca
Taman Sriwedari, Lanskap Zona Hijau Solo Warisan Pakubuwono
T
Tim Tanm24 Juli 2023 · 12 dibaca
Sebuah kompleks taman yang terletak di Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta menjadi penanda peradaban Milenium. Taman...
Sebuah kompleks taman yang terletak di Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta menjadi penanda peradaban Milenium. Taman dengan nama Sriwedari ini dibangun pada awal abad ke-20 oleh Pakubuwana X dari Kasunanan Surakarta.
Taman ini di juluki warga sebagai “Kebon Raja” yang bermakna taman sang raja. Dahulu, taman ini penuh dengan pesona bebungaan nan mewangi dan sejumlah satwa peliharaan sang raja. [1]
Lombard, [1] menyebut Taman dalam tradisi Nusantara memiliki fungsi sebagai tempat dimana raja dapat menikmati hidup layaknya dewa
Pembangunan Taman Sriwedari dimulai pada tahun 1899 Masehi. Awalnya lokasi Taman Sriwedari merupakan taman kota, dan mulai 1901 dijadikan kawasan rekreasi [2]
Taman Sriwedari dibangun di atas lahan yang dibeli Pakubuwono IX dan diberikan kepada putra mahkotanya yaitu Pakubuwono X.
Lokasi tanah yang kini menjadi Taman Sriwedari awalnya adalah milik seorang Belanda bernama Johanness Busselarr. Pembelian tanah tercatat dalam akta notaris dengan nomor 10 tanggal 13 Juli 1877 seharga 65.000 Gulden. [2]
Pada periode tahun 1905 sampai 1917, Taman Sriwedari mengalami sejumlah pemugaran dan pengubahan fungsi. Penambagan bangunan juga dilakukan pada periode tersebut, hingga taman itu memiliki kebun binatang, bioskop, pentas pagelaran wayang orang, dan wayang kulit.
Istilah Sriwedari sendiri berasal dari Serat Arjunasasra [3] Dalam serat itu disebutkan bahwa Taman Sriwedari merupakan taman buatan milik Prabu Arjunasasra yang memiliki keindahan layaknya taman di surga.
Keindahan Taman Sriwedari milik Prabu Arjunasasra yang mampu menandingi taman surga itu lantaran diciptakan oleh Sri Batara Wisnu.
Sementara cikal bakal Taman Sriwedari yang ada saat ini sudah ada sejak masa Pakubuwono II, yaitu perpindahan keraton dari Kartasura ke Surakarta.
Sejak era Pakubuwana X, Taman Sriwedari menjadi tempat diselenggarakannya tradisi hiburan Malam Selikuran.
Para pengunjung yang datang biasanya bertujuan untuk meditasi, namun kini pengunjung datang untuk menyaksikan suasana pasar malam, serta menyaksikan kesenian wayang orang yang masih lestari sebagai "Budaya Kesenian" di Sriwedari
Sriwedari juga pernah menjadi lokasi penyelenggaraan PON I pada tahun 1948 [4] Di dalam Taman juga terdapat Museum Radya Pustaka, serta Gedung Kesenian Wayang Orang
Lokasi Taman Sriwedari mudah dijangkau, yakni hanya sekitar 1,5 sampai 2 jam dari Yogyakarta. Melalui jalur Jogja-Solo kendaraan bisa langsung diarahkan ke Jalan Brigjen Slamet Riyadi
Taman ini terletak dekat dengan stasiun Purwosari di sebelah kanannya. Tepatnya, terletak di kota Solo di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Surakarta.
Referensi
- Denys Lombard, (1969) Jardin à Java, Art Asiatiques
- Kompas.com "Taman Sriwedari: Sejarah, Isi, dan Kronologi Sengketa",
- Majalah Kejawen, "Istilah Sriwedari" Balai Pustaka edisi 28 Maret 1928,
- Taman Sriwedari Surakarta dalam Memori Sejarah. Harian Kompas Edisi Jawa Tengah, 1 Mei 2007.