tanm
Warta2 menit baca

Taman Soekasada, Kebun Sang Raja Bergaya China - Belanda

T
Tim Tanm28 Juli 2023 · 13 dibaca

Taman Ujung Soekasada dibangun pada tahun 1901, awalnya diberi nama kolam Dirah, kolam Dirah mempunyai...

Taman Ujung Soekasada dibangun pada tahun 1901, awalnya diberi nama kolam Dirah, kolam Dirah mempunyai arti yaitu kolam tempat pembuangan bagi orang-orang yang menguasai ilmu hitam. 

Taman Ujung dibangun oleh Raja Karangasem bernama I Gusti Bagus Jelantik atau Gusti Bagus Djilantik yang pada saat menjabat sebagai raja Karangasem. Beliau juga memiliki gelar Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem.  [1]

Pada tahun 1909 raja Karangasem memerintahkan arsitektur Belanda bernama Van Den Hentz dan arsitektur orang Tiongkok bernama Loto Ang untuk mengembangkan kolam Dirah menjadi tempat peristirahatan Raja Karangasem, pembangunan tempat peristirahatan raja ini juga dibantu oleh arsitek lokal yang berasal dari Kerajaan Karangasem.

Taman Ujung Bali awalnya merupakan kolam Dirah (kolam tempat tempat pembuangan) yang dibangun tahun 1901. Namun, raja memutuskan untuk mengembangkan kolam Dirah menjadi sebuah taman.

Arsitek dari pembangunan Taman Ujung Bali adalah orang Belanda dan Cina bernama van Den Hentz dan Loto Ang.[2] Pembangunan ini juga melibatkan undagi (arsitek Bali). 

Pada tahun 1921, Taman Ujung Bali selesai dibangun dan diresmikan tahun 1937. [2] Bukti peresmiannya bisa dilihat pada prasasti marmer yang ditulisi naskah dalam aksara Latin dan Bali, serta dua bahasa yaitu Melayu dan Bali.

Letusan Gunung Agung membuat kerusakan parah di Taman Ujung Bali dan setelah dibiarkan cukup lama, Puri Karangasem dan Pemerintah Kabupaten Karangasem Bali melakukan renovasi dan pemugaran pada tahun 2000.

Di awal pembangunan, luas taman ini mencapai 400 hektar, namun sekarang berkurang menjadi 10 hektar saja. Tanah di Taman Ujung kebanyakan dibagikan pada masyarakat saat masa land reform. 

Kini, taman tersebut menjadi milik keluarga Puri Karangasem dan dibuka untuk umum sehingga para wisatawan domestik dan mancanegara bisa menikmati suasana taman

Sejumlah bagian penting di Taman Ujung yang memiliki makna tersendiri seperti adanya Balai Kapal yang jadi pintu masuk, Kolam Sebentuk, Balai Gili, Balai Bunder hingga Balai Lunjuk dan Pura Manikan.

Pintu masuk bernama Balai Kapal dari sisi barat karena bisa memandang luasnya samudera dan daratan yang ada di Karangasem. 

Konon, saat itu Raja berpikir sebagai seorang nahkoda sehingga ia memfilosofikan daerahnya akan dibawa kemana sehingga dari sana terinspirasi pemberian nama Balai Kapal. Kolam memberi makna keseimbangan dan keadilan karena bentuknya sama

Tidak hanya itu, beberapa balai yang ada juga memiliki fungsi dan makna tersendiri bagi sang raja kala itu. Balai Gili yang ada penghuninnya tempat peristirahatan raja juga tamu raja. [3]

Balai Bunder jadi tempat meditasi raja mencari inspirasi kemudian Balai Lunjuk menjadi tempat raja memberikan keputusan pada menterinya, menunjuk apa kebijakannya [3]

Referensi
  1. Yul Kusuma, Mengunjungi Taman Ujung yang Cantik di Sudut Karangasem Bali, pesona.travel
  2. Taman Ujung Bali, detik.com, 7 Nov 2022 
  3. Ida Bagus Putra Manuaba, Sekretaris Badan Pengelola Daya Tarik Wisata Taman Soekasada Ujung, KrJogja, Jelajahi Ujung Timur Pulau Bali, Ungkap Mistis Raja Karangasem, 11 Januari 2019