tanm
Warta2 menit baca

Taman Desa, Sejuta Asa Sejukkan Dunia

T
Tim Tanm6 Juni 2023 · 37 dibaca

Perubahan iklim telah memicu banyak hal, mulai dari krisis air, cuaca ekstrim dan suhu udara...

Perubahan iklim telah memicu banyak hal, mulai dari krisis air, cuaca ekstrim dan suhu udara yang meningkat. Ancaman perubahan iklim ini kian nyata dan membawa dampak bagi seluruh dunia. Kabar terbaru, Indonesia melalui siaran pers, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selaku National Focal Point UNFCCC telah menyampaikan peningkatan ambisi penurunan emisi gas rumah kaca melalui dokumen Enhanced NDC (ENDC) Indonesia.
 
Dokumen ENDC disampaikan untuk memenuhi Keputusan 1/CMA.3 di Glasgow pada Alinea 29, yang mengamanatkan bahwa setiap negara diminta untuk meningkatkan target NDC sebagai upaya agar selaras dengan skenario mencegah kenaikan suhu global tidak lebih dari 1,5 derajat celcius. 

Secara bertahap, target penurunan emisi GRK oleh Indonesia akan sejalan dengan kebijakan jangka panjang Long-term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience (LTS-LCCR 2050) menuju net-zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat. 

***************

Regulasi serta target yang telah di sepakati diatas tentu harus di implementasikan hingga tingkat tapak, tentunya melalui kebijakan pemanfaatan lahan tidur, dan rehabilitasi lahan kritis. Hasil kajian dari Pelestari Kawasan Wilis, penguatan unsur desa melalui pendampingan pembuatan taman desa tentunya bisa di galakkan. 

Kebijakan Desa Asri Nusantara, serta SDGs desa yang termuat dalam point ke 13, yakni Desa Tanggap Perubahan Iklim setidaknya dapat menjadi upaya taktis untuk mengurangi perubahan iklim. Taman Desa, tentunya bisa di bangun selaras dengan kepemilikan tanah kas (lahan bengkok) desa, yang selama ini jumlahnya puluhan ribu m2. 

Lantas, apa saja manfaat Taman Desa? 
  1. Tuplah (Tutupan Lahan), yakni tutupan kanopi (atau area teduh) yang dihasilkan oleh pepohonan desa kami setidaknya bisa diupayakan mencakup lebih dari 7% total area.  Ketika tanaman itu tumbuh dan tajuk dedaunannya makin rindang dan sejuk, maka berpotensi untuk menjadi hunian burung, serta menjadi taman bermain untuk keluarga
  2. Penyerapan Karbon. Simulasi yang kami lakukan misalnya, ketika Desa memiliki Taman seluas 2000 m2, maka setidaknya dapat ditumbuhi tanaman 100 tanaman keras, dengan kemampuan rata2 serapan karbon mencapai 100 kg/ tahun. Artinya, Tanaman itu menghilangkan dan menyimpan tambahan 100 ton / tahun karbon dari udara setiap tahun!
  3. Pendinginan Kawasan Desa. Tanaman Besar ini kemudian menghirup karbon dioksida, dan menyerap air. Gerakan Taman Desa ini, akan membantu melindungi desa dari angin. Terlebih jika batas-batas desa yang berbatasan dengan sawah juga ikut di tanami Bambu. 
  4. Menambah Cadangan Air Tanah, Keberadaan Taman Desa menyerap lebih dari 30.000 liter air setiap tahun! Itu air yang cukup untuk diminum 14 orang dalam setahun. 
  5. Habitat alam liar. Burung hanyalah salah satu contoh. Taman Desa, setidaknya dapat menjadi rumah bagi -setidaknya- 50 spesies burung endemik.  
  6. Oksigen. Taman Desa setidaknya akan menghasilkan lebih dari 1,2 ton oksigen setiap tahun. 
  7. Buah, Jika taman desa di berikan tanaman MPTS berupa buah-buahan, tentu akan menambah minat bagi pengunjung 
  8. Tanaman Langka., Taman Desa bisa jadi menjadi rumah tanaman langka yang menjadi identitas desa tersebut, beberapa mungkin yang masuk dalam kategori hampir punah, dapat diselamatkan melalui penanaman di Taman desa sekaligus menjadi upaya penyelamatan plasma nutfah. 
tofan.ardi@pawinihan