tanm
Riset2 menit baca

Siklus Air Beringin, Si Penjaga Mata Air

T
Tim Tanm7 Juni 2023 · 14 dibaca

Beringin (Ficus benjamina) merupakan salah satu jenis pohon yang dikenal mampu menyimpan air dan berperan...

Beringin (Ficus benjamina) merupakan salah satu jenis pohon yang dikenal mampu menyimpan air dan berperan dalam pemeliharaan sumber mata air. Berikut beberapa alasan mengapa beringin dapat menyimpan air untuk sumber mata air:

  1. Sistem akar yang kuat: Beringin memiliki sistem akar yang luas dan kuat, termasuk akar penyebar yang tumbuh meluas di sekitar batang pohon. Akar-akar ini mampu menembus lapisan tanah yang dalam dan menyerap air dari sumber air di bawah tanah.
  2. Kapasitas penyerapan air yang tinggi: Akar beringin memiliki kemampuan yang baik dalam menyerap air. Akar-akar tersebut dapat menyerap air dalam jumlah yang cukup besar dan menyimpannya di dalam jaringan akar untuk jangka waktu yang lebih lama.
  3. Pengaturan aliran air: Beringin memiliki kemampuan untuk mengatur aliran air melalui sistem akar yang kompleks. Akar beringin dapat menghambat aliran air di dalam tanah, sehingga membantu dalam penyimpanan air dan mencegah terjadinya erosi.
  4. Evapotranspirasi yang efisien, Beringin memiliki daun yang lebat dan luas, yang membantu dalam proses transpirasi. Transpirasi adalah proses di mana tanaman mengeluarkan uap air melalui daunnya. Proses ini membantu dalam pengurangan penguapan air yang berlebihan dari tanah dan mempertahankan kelembaban di sekitar sumber mata air.

*************
Mengenal Istilah Evapotranspirasi 
Evapotranspirasi mengacu pada istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses pengeluaran air dari tanah, permukaan air, atau tumbuhan ke atmosfer dalam bentuk uap air. Proses evapotranspirasi terdiri dari dua komponen, yaitu evapori dan transpirasi.

Evaporasi: Evaporasi adalah proses perubahan air dari bentuk cair menjadi uap air. Ini terjadi ketika air di permukaan tanah, air di danau, sungai, dan lautan, atau air yang terperangkap dalam tumbuhan menguap ke udara karena pemanasan dari matahari atau faktor lainnya.

Transpirasi: Transpirasi adalah proses di mana tumbuhan mengevaporasi air melalui stomata (pori-pori kecil) yang terdapat pada daunnya. Air yang diambil oleh akar tumbuhan naik melalui pembuluh tumbuhan (xilem) dan dilepaskan ke udara melalui stomata daun. Transpirasi membantu dalam proses penyerapan dan pergerakan air dalam tumbuhan, serta membantu menjaga suhu dan keseimbangan air dalam tumbuhan.

Evapotranspirasi penting dalam siklus hidrologi, karena ini adalah mekanisme penting dalam pergerakan air dari daratan ke atmosfer. Ini juga berperan dalam siklus air regional dan global, serta dalam menjaga keseimbangan air dalam ekosistem, menyediakan kelembaban untuk cuaca dan iklim, serta mengontrol suhu di lingkungan.

Referensi
  1. Penelitian Grin (2012) dan Gargiullo dkk. (2008)
  2. Swank, W., and Douglass, J. 1974, Science. 185(4154):857-859