Mitologi2 menit baca
Pohon Samida, Hikayat Jimat Siliwangi Icon Kota Garut
T
Tim Tanm11 Juni 2023 · 4 dibaca
Prasasti Batutulis, menyebut kata samida sebagai isyarat tatanan lingkungan, “yang menyuburkan seluruh permukiman.” Bandingkan dengan,”membuat...
Prasasti Batutulis, menyebut kata samida sebagai isyarat tatanan lingkungan, “yang menyuburkan seluruh permukiman.” Bandingkan dengan,”membuat tanda peringatan (berupa) gugunungan, memperkeras jalan, membuat samida, membuat Sang Hiyang Talaga (Wa)rna Mahawijaya,” [1]
Kata Samida ini kemudian merujuk pada Pohon Palasa, namun ada juga yang mengaitkan dengan Samida, sebuah hutan yang -di era sekarang- diistilahkan sebagai hutan konservasi. [2] Pada masa Pajajaran sebutan hutan larangan (dengan dikeramatkan dan pamali) memang di sematkan pada Samida.
Literatur tentang Samida inilah yang menginspirasi pemerintah Daerah (Pemda) Garut, Jawa Barat untuk menjadikan pohon Samida, sebagai ikon daerah kota Garut. Sebelumnya, Kota Garut banyak mendapat ragam julukan mulai kota jeruk, kota dodol, hingga kota domba.
Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, pemilihan pohon Samida sebagai ikon daerah, berdasarkan sejarah panjang keberadaan pohon Samida. [3]
Konon, pohon itu menjadi salah satu simbol atau "jimat" yang digunakan Prabu Siliwangi, sebagai Raja Kerajaan Padjajaran dalam menjaga wilayah kekuasaannya saat itu.
Pohon samida ini memiliki manfaat yang luar biasa sebagai simbol pohon yang dianut oleh Prabu Siliwangi. Garut sendiri, merupakan salah satu bagian dari wilayah kekuasaan Prabu Siliwangi yang dianggap oleh orang-orang sunda sebagai suatu simbol spiritnya orang Jabar.
“Dan kami mempunyai fatsun ya terhadap Prabu Siliwangi, terhadap Prabu Kiansantang yang makamnya ada di Garut sebagai putra Prabu Siliwangi,” imbuhnya. [3]
Manusia dan alam, lanjut Rudi, mempunyai hubungan timbal balik atau hubungan mutualisme yang saling menguntungkan yang memerlukan banyak hal dari alam, begitupun sebaliknya, yaitu alam, membutuhkan manusia sebagai penjaganya.
“Tapi juga lingkungan harus dijaga karena air itu tersimpan di akar-akar, jadi air itu tidak datang dengan sendirinya, ketika ada mata air dari Cikahuripan itu pasti air itu berasal dari suatu datang yang lebih tinggi yang disimpan ketika musim kemarau itu dikeluarkan di gurat-gurat atau jalur-jalur air,” kata Rudy. [3]
Untuk menjaga keberlangsungan Pohon Samida yang dinilai sarat makna dan sejarah itu, rencananya Pemda Garut siap menyuntikkan anggaran untuk menyebarkan bibit pohon dengan sistem kultur jaring. [2]
"Nanti Pemda menganggarkan untuk membuat membeli yang seperti ini, ditanam di beberapa tempat tapi harus dipulasara (dijaga) karena ini bukan pohon sembarangan," kata dia. [2]
Referensi
- Ardi Bramantyo, Berjumpa Samida: Jejak Konservasi Pajajaran di Kebun Raya (Diduga) Tertua di Dunia, sama.id - 3 Agustus 2020
- Jayadi Supriadin, Hikayat Pohon Samida yang Bakal Dijadikan Ikon Garut, liputan6.com, 24 Juni 2022
- Bupati Garut : Pohon Samida akan dijadikan sebagai ikon Kabupaten Garut, Jabarprov, 23 Juni 2022