tanm
Riset3 menit baca

Materia Medica Buku Panduan Herbal Era Kekaisaran Roma

T
Tim Tanm3 Juli 2023 · 11 dibaca

Sedikit butiran ervum (tambuhan polongan kecil) dapat meredakan nyeri, sebagai obat tidur, dan pencernaan, meredakan...

Sedikit butiran ervum (tambuhan polongan kecil) dapat meredakan nyeri, sebagai obat tidur, dan pencernaan, meredakan batuk dan penyakit rongga perut. Diminum terlalu sering dapat membuat pria lesu bahkan mematikan. 

~Dioscorides~ Mekon Agrios dan Mekon Emeros [1]

Resep diatas merupakan salah satu teks dalam naskah terkenal berjudul "Materia medica" yang di tulis Pedanius Dioskorides. Ia adalah seorang ahli tumbuhan sekaligus dokter berkebangsaan Yunani, yang hidup pada zaman kaisar Nero (40-90 masehi) [2] 

Materia medica (bahasa Inggris: medical material/substance) adalah istilah dalam bahasa Latin yang diambil dari sejarah farmasi mengenai pengetahuan tentang efek terapeutik yang terjadi pada tubuh dari setiap zat yang digunakan untuk penyembuhan (yaitu, obat).

"De materia medica" yang berarti "Materi medis" (Περὶ ὕλης ἰατρικῆς, Peri hylēs iatrikēs, dalam bahasa Yunani). 

Istilah materia medica digunakan dari periode Kekaisaran Romawi hingga abad ke-20, tetapi sekarang dalam dunia kedokteran secara umum telah diganti dengan istilah Farmakologi. 

Namun istilah ini masih dipakai dalam kolom "British Medical Journal" dengan tajuk " Materia Non Medica".[2]

Dioskorides dalam buku ini menguraikan berbagai obat-obatan yang eksis pada zaman tersebut.[2]

Dioskorides bekerja sebagai dokter yang mengobati tentara Romawi.[3] 

Dalam pekerjaannya sebagai dokter medis, ia diduga sempat mengumpulkan berbagai spesimen tanaman dan rempah-rempah untuk dijadikan obat.[3] 

Karya tersebut menggambarkan banyak obat yang diketahui efektif, termasuk aconite , gaharu , colocynth , colchicum , henbane , opium , dan squill . 

Secara keseluruhan, sekitar 600 tumbuhan ditutupi, bersama dengan beberapa hewan dan zat mineral, dan sekitar 1000 obat dibuat dari buku ini.

Bangsa Arab lantas menjaga buku ini untuk disalin, dan diterjemahkan.[2] Seorang seniman Islam lantas menyederhanakan tanaman dan membuatnya lebih simetris sesuai dengan selera desain hias Islam serta disalin ulang dalam bahasa Latin pada tahun 500 masehi.[3] 

Di dunia barat, buku ini diperkirakan sebagai buku herbal paling terkenal sebelum buku karangan dokter Persia, Avicenna (980-1037) sampai ke dataran Eropa.[3]

Buku ini sebagai referensi para sarjana Turki-Islam seperti Rıdvan dan Ebu Cafer. Di antara para dokter yang mendapat manfaat dari Dioscorides, adalah Ibn Sina: 

Ada banyak kutipan dari Dioscorides di bagian kedua karyanya yang berjudul El-Kanun fi't-Tıbb. Misalnya, saat mendeskripsikan tanaman bernama tanduk domba jantan,  [4]

“Dioscorides mengatakan bahwa beberapa orang menyebutnya iskiphon. Ini adalah rumput kering; cabangnya banyak, bersudut empat. Warnanya keputih-putihan. Daunnya mirip dengan daun quince, agak keras, berbulu. berada di tempat yang sulit di jangkau..." dan kutipannya adalah sebagai berikut. masih ada lagi: [4]

Ibnu Sina mengutipnya di bagian tentang tanaman bernama Bovine Daisy (cattle eye), dan berdasarkan artikel: “Dioscorides mengatakan ada yang menyebutnya amaryon, ada yang menyebutnya korundum, dan ada yang menyebutnya arkismon. Daunnya adalah seperti daun rhubarb. Bunganya putih dan bulat. Baunya pekat. Rasanya pahit…” [4]

Referensi
  1. Dioscorides, Pedanius (2000) [ca. 70]. Osbaldeston, Tess Anne (ed.). "De materia medica: Being an herbal with many other medicinal matters" ditulis in Yunani pada abad pertama Masehi Vol. 2. Johannesburg: Ibidis. ISBN 0-620-23435-0.
  2. Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 2 (CES-HAM). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve
  3. Sely D. 2002. One Hundred and One Botanists. Purdue University Press. ISBN 9781557532831
  4. Benan Kapucu, (2019) Dioskorides ve De Materia Medica, acikradyo.com.tr/