Riset2 menit baca
Lontar Sunda Kuno, Resep Khasiat Tanaman Obat
T
Tim Tanm2 Juli 2023 · 12 dibaca
Sebuah naskah Sunda kuno abad XVI M bernama Kropak 421 Mantera Aji Cakra berhasil di...
Sebuah naskah Sunda kuno abad XVI M bernama Kropak 421 Mantera Aji Cakra berhasil di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Naskah Sunda Kuno ini berisi mantra penangkal, Darmapamulih (mantra pengobatan), serta pada Kropak 409 ‘Soeloek Kidoengan Tetoelak Bilahi’ .
Akademisi Departemen Filologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran ( Unpad) Dr. Elis Suryani Nani Sumarlina, M.S mengatakan naskah tersebut berbahan lontar serta menggunakan aksara dan bahasa Sunda Kuna. [1]
Selain itu, terungkap juga dalam Naskah Pengobatan beraksara Pegon. [1] Naskah ini menguak tumbuhan yang berfungsi sebagai penangkal serangan penyakit beserta cara pengobatannya.
Pada naskah tersebut terungkap khasiat tumbuhan yang bisa di manfaatkan untuk pengobatan herbal. Tercatat, sejumlah tanaman herbal seperti jenis-jenis kunyit, temulawak, serta kunir diungkap manfaatnya. [1]
Dr. Elis Suryani Nani Sumarlina, M.S menjelaskan khasiat tumbuhan pada naskah tersebut [1]
- Temulawak : meningkatkan daya tahan tubuh.
- Kunir : Berkhasiat meningkatkan kekebalan tubuh, mengobati demam, diare, antikanker dan scabies, mencegah depresi, mengatasi peradangan, mencegah alzheimer, maag, menghambat kerusakan kromosom, menjaga kekuatan otak, menurunkan depresi, dan menjaga gula pada penderita diabetes
- Rumput teki : Obat jantung, asma, dan kanker
- Daun sembung : menyembuhkan flu
- Batang secang : obat radang dan demam
- Babadotan : Obat demam dan malaria.
Naskah tersebut juga menyebutkan sejumlah nama tanaman yang berkhasiat
- Menjaga imunitas : sirsak, daun katuk, kencur, daun binahong, jahe, buah jeruk, hingga kayu manis, bawang putih dan bawang merah
- Menyembuhkan batuk : Jahe, asem, adas, hingga asparagus
- Mengobati paru-paru basah : bawang putih dan jahe diparut, ditambah sedikit garam
- Mengobati penyakit infeksi virus dan bakteri : Jambu kulutuk ‘jambu biji’
Takaran [1]
Mengenai takaran pemakaian, dalam naskah muncul istilah secuil, segenggam, seikat, selembar, setangkai, segelas, sesendok, sejumput. Namun, tidak dijelaskan secara detail mengenai ukuran detail yang digunakan.
Karena itu, diakui Dr. Elis, penggunaan tanaman obat bukan tanpa risiko jika dikonsumsi sembarangan.
Sejatinya, setiap jenis tanaman obat, baik yang disebutkan pada naskah maupun yang beredar di masyarakat harus diteliti terlebih dahulu oleh ahlinya.
“Jika tidak tepat sasaran, malah bisa terjadi komplikasi, karena untuk mengobati satu penyakit, tidak hanya menggunakan satu jenis tanaman, tetapi dicampur dengan tanaman obat lainnya, layaknya obat-obatan medis,” kata Dr. Elis. [1]
Referensi
- Dr. Elis Suryani Nani Sumarlina, M.S (2020) Mengungkap Ragam Obat Tradisional dalam Naskah Sunda Kuno, unpad.ac.id