Toponimi2 menit baca
Kerajaan Sadeng, Peradaban Timur Jawa dan Toponimi Palem Cina
T
Tim Tanm22 Juni 2023 · 21 dibaca
Di Nusantara ini pernah berdiri Kerajaan Sadeng yang berpusat di Puger. Kerajaan ini menjadi lumbung...
Di Nusantara ini pernah berdiri Kerajaan Sadeng yang berpusat di Puger. Kerajaan ini menjadi lumbung pangan. [1] Di era Majapahit, kerajaan Sadeng menjadi penopang kebutuhan pangan kerajaan Majapahit yang merupakan kerajaan besar.
Yopi Setiyo Hadi, seorang pemerhati sejarah Jawa Timur mengungkapkan keberadaan Kerajaan Sadeng ni memperkaya khazanah sejarah dan budaya Jawa Timur.
Yopi telah melakukan penelitian tentang Kerajaan Sadeng ini sejak tahun 2007. Literatur tentang kerajaan ini tergolong minim.
"Jika ada literatur yang menuliskan Kerajaan Sadeng terkesan minor karena yang tercatat adalah pemberontakan Sadeng yang kemudian berhasil ditumpas oleh pasukan kerajaan Majapahit" ujar saat diskusi di Gedung PAUD Dusun Gedangan Desa Puger Kulon, Kecamatan Peter, Kabupaten Jember. [1]
Kerajaan sadeng memiliki wilayah kekuasaan di sekitar Kabupaten Jember dan Bondowoso, dengan ibu kota kerajaan di wilayah Puger, Jember.
Di kisahkan, pemberontakan Sadeng tahun 1331 M dikisahkan pada Kitab Pararaton. Ketika itu Sadeng yang berada di bawah kekuasaan Majapahit terang-terangan menentang sang ratu Tribhuwana Tunggadewi. [2]
Sadeng negeri bawahan Majapahit di pesisir selatan mengumumkan tak mau lagi membayar upeti kepada pemerintah pusat. Gajah Mada pun segera berangkat bersama pasukannya ke Sadeng untuk menunjukkan betapa penolakan sepihak terhadap kewajiban sebuah negeri tak bisa dibiarkan. [2]
Sebagai panglima militer di Kerajaan Majapahit, Gajah Mada telah menyiapkan dua strategi secara perundingan dan berperang, untuk menaklukkan Sadeng. Padahal Sadeng ini memiliki makna strategis dalam menopang kerajaan Majapahit. [1]
Penaklukan Sadeng dan Ketha merupakan batu pijakan bagi Gajah Mada dalam menggapai puncak karirnya serta menjadi batu pijakan dari Kerajaan Majapahit menuju puncak kejayaan dan keemasannya [1]
Keberadaan Sadeng sebagai sesuatu kerajaan terdapat pada Kitab Pararaton dan Negarakretagama atau Desawarnana. Selain itu, keberadaan kerajaan Sadeng telah ditulis secara parsial oleh beberapa peneliti pada masa Hindia Belanda, seperti, Berg, Kern, serta NJ Krom.
Negarakertagama, mencatat Hayam Wuruk pernah melewati beberapa desa seperti Desa Sadeng dan Sarampwan (Puger), Desa Balung, Kotta Blater (Ambulu), Desa Kotta Bacok (Watu Ulo/Ambulu), Desa Renes (Wirowongso/Jember), serta Desa Besini (Puger). [3]
Nama Sadeng erat dengan nama sebuah tanaman bernama Sadeng, yang berarti Palem Sadeng yang banyak di jumpai di daerah tropis tersebar di Indonesia (Sumatera dan Kalimantan), Malaysia, dan Thailand. [4] Nama latinnya (Livistonia ratundifolia) atau orang biasa menyebutnya palem cina. Masyarakat Jawa, menggunakan atap rumah atau Gubug dari daun palem ini.
Hingga kini, belum ada literatur yang jelas bahwa Sadeng yang di jadikan nama kerajaan ini diambil dari nama sebuah pohon palem. Namun, jika melihat topografi dari wilayah ini yang berada di pesisir, maka bukan tidak mungkin para leluhur nusantara mengadopsinya menjadi nama kerajaan, seperti halnya Majapahit dll .
Referensi
- Yopi Setiyo Hadi, Pemerhati Sejarah,Boemi Poeger Persada "Kerajaan Sadeng"
- Earl Drake, Sejarawan, Universitas British Columbia, Kanada. Jurnal "Gayatri Rajapatni: Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit"
- Desawarnana, Perjalanan Inspeksi Raja Hayam Wuruk Pada Daerah Pinggiran Kekuasaan Majapahit, Jurnal Malang, 26 Juni 2021
- Suta Naya Dhadap Waru, Imam Budhi Sentosa