Toponimi1 menit baca
Kepahiang, Mitologi Metafora Mabuk Kepayang
T
Tim Tanm12 Juni 2023 · 19 dibaca
Kepahiang, nama Toponimi sebuah kabupaten di Provinsi Bengkulu, yang lokasinya berada di kawasan Pegunungan Bukit...
Kepahiang, nama Toponimi sebuah kabupaten di Provinsi Bengkulu, yang lokasinya berada di kawasan Pegunungan Bukit Barisan diadopsi dari Pohon Kepahiang. Meski memiliki toponimi yang sama dengan nama buah, namun Firmansyah, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kepahiang mengaku hal itu masih perlu di telaah. [1]
"Kepahiang merupakan nama buah. Yakni buah Kepahiang yang berasa pahit. Tapi, pohon Kepahiang bukan tanaman endemik di wilayah Kepahiang. Sehingga, nama Kepahiang yang berasal dari nama buah itu terkesan kurang beralasan untuk menjadi nama wilayah." ujarnya
Kepayang dengan nama latin Pangium edule merupakan keluarga Achariaceae. pohon yang tumbuh liar atau setengah liar ini dijadikan penghasil bahan bumbu masak sejumlah masakan Nusantara, seperti rawon dan sup konro.
Kepahiang, dalam bahasa Rejang (Masyarakat Bengkulu) menyebutnya Kepayang, Sunda menyebutnya picung atau pucung, orang Jawa menyebutnya pucung, kluwak, atau kluwek,[2], di Toraja disebut pamarrasan, dan di Minangkabau disebut simanguang. Karena bentuk buah kepayang mirip bola rugby atau American Football maka di Eropa disebut football fruit. [2]
Istilah Kepahiang inilah yang kemudian menjadi Mitologi tentang perumpamaan dari "mabuk kepayang" sebab buah kepayang jika dimakan daging bijinya, akan membuat kepala pusing atau mabuk.
Mabuk kepayang seringkali disematkan kepada mereka yang sedang dimabuk asmara, bagaimana rasanya? beragam, sebab efek dari mabuk asmara ini tidak sama bagi setiap individu. [3]
Biji Kluwek mengandung racun namun dapat di hilangkan dengan cara direndam dan direbus terlebih dahulu. Karena konon mabuk kepayang sangat kuat dan sulit disembuhkan.
Referensi
- Menelusuri Asal Usul Nama Kepahiang, kepahiang.progres.id, 29 September 2017
- Lim, T. K. (2013). Lim, T. K., ed. Pangium edule, Dordrecht: Springer Netherlands. hlm. 780–784. doi:10.1007/978-94-007-5653-3_42. ISBN 978-94-007-5653-3.
- Asal-usul Istilah Mabuk Kepayang, Ada Kaitannya dengan Bumbu Masakan? Kompas, 21 Februari 2022