tanm
Mitologi2 menit baca

Gayam, Wandira Keraton Jogja Simbol Pengayoman

T
Tim Tanm11 Juni 2023 · 28 dibaca

Gayam ꦒꦪꦩ꧀ sangat dengan dekat dengan filosofi yang di pegang teguh oleh masyarakat Jawa. Hubungan...

Gayam ꦒꦪꦩ꧀ sangat dengan dekat dengan filosofi yang di pegang teguh oleh masyarakat Jawa. Hubungan antara Manusia (Nara) dan Tanaman (Wandira) ini memiliki peran penting dalam pembentukan Kota Kerajaan. Peran tersebut ditunjukkan melalui penanaman vegetasi khusus dalam mendukung filosofi Sangkan Paraning Dumadi. P

Harmoni manusia dan tanaman ini kemudian di tunjukkan dalam satu pameran di Keraton Jogja dengan tema Narawandira, salah satu tanaman yang memiliki filosofi bagi para raja Jawa adalah keberadaan pohon Gayam 

Tanaman Gayam ini hingga sekarang bisa kita saksikan ditanam di tepi jalan menuju Siti Hinggil, disebelah selatan Tratag Pagelaran, berjumlah 6 pohon dan masing-masing tiga pohon di sisi sebelah Barat dan Timur. [1] 

Gayam (Inocarpus fagifer) kerap kita jumpai tumbuh berdekatan dengan kolam atau mata air sehingga diduga memiliki kemampuan menyerap air yang kuat dari sekitarnya. Karena anggapan itu, gayam juga merupakan salah satu tanaman penghijauan.

Kata “gayam” berasal dari bahasa Jawa “nggayuh” yang bermakna meraih sesuatu. Pohon gayam kemudian menjadi perlambang manusia yang harus mempunyai keinginan untuk mencapai keutamaan hidup. Makna lain dari gayam berasal dari akronim gegayuh ayem yang berarti mencari ketenangan. [2] 

Pohon gayam juga menjadi perlambang keteduhan dan ketentraman (ayem). Kaitannya dengan pribadi Sultan, diharapkan sebagai seorang pemimpin mampu memberi pengayoman dan keteduhan sehingga rakyat dapat hidup dengan tenteram. [2] 

Di samping sebagai perlambang atas diri Sultan, pohon gayam, terkhusus buahnya menjadi nama dari bentuk warangka keris, yakni gayaman. [2]

Penyebaran pohon gayam (Inocarpus fagifer) ada disepanjang dataran Indo-Melayu namun untuk saat ini keberadaannya mulai berkurang. 

Persebaran Gayam di tanah Jawa juga mulai berkurang, selain di sebabkan oleh minimnya pengetahuan, keberadaan Gayam yang di yakini sebagai sarang genderuwo juga menyebabkan tanaman ini semakin langka
Filosofi pohon gayam di Keraton Jogja [3] :
  1. Pohon gayam merupakan salah satu pohon yang memiliki nilai filosofis bagi masyarakat Yogyakarta.
  2. Di Kraton Yogyakarta, pohon ini memiliki area khusus, yaitu di area antara Pagelaran dan Siti Hinggil.
  3. Gayam berasal dari kata ''nggayuh'' yang berarti mencari/meraih sesuatu.
  4. Kayu pohon gayam juga melambangkan jiwa pendeta yang sempurna pengetahuannya, kesuciannya, kebaikannya, dan membimbing menjernihkan pikiran untuk mencapai keselamatan. Bagi seorang hamba yang ingin menghadap raja Siti Hinggil, maka ia harus mempunyai watak luhur yang sama dengan makna pohon gayam, yaitu watak pendeta.
  5. Pohon gayam melambangkan bahwa, “Manusia harus mempunyai keinginan untuk mencapai keutamaan hidup.”
  6. Gayam berasal dari kata ''gegayuh ayem'' yang berarti mencari ketenangan.

Referensi 
  1. Gayam, Filosofi dan Nilai Budaya Keraton Yogyakarta, Budaya Jogja, 04 Maret 2014
  2. Pameran Narawandira: Ragam Vegetasi di Keraton Yogyakarta, kratonjogja.id, 13-04-2023
  3. Filosofi Gayam, DLH Provinsi Jogjakarta