Toponimi2 menit baca
Desa Petung ,Toponimi Desa Mitigasi dan Pusaka Sang Adipati
T
Tim Tanm17 Juni 2023 · 22 dibaca
Desa Petung, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek terletak di kawasan pegunungan, Keberadaan Desa ini menjadi kawasan...
Desa Petung, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek terletak di kawasan pegunungan, Keberadaan Desa ini menjadi kawasan peyangga sekaligus Zona Tangkapan Air. Asal mula sejarah Desa Petung tak lepas dari masa Pemerintahan Minak Sopal, pada masa itu minak sopal memimpin Kabupaten Trenggalek dibawah Kesunanan Surakarta [1]
Saat menjadi Adipati Trenggalek, Minak Sopal juga memiliki tujuan ingin menyebarkan agama islam. Pada suatu ketika, beliau berangkat menuju wilayah jalur selatan Trenggalek menuju Pacitan.
Saat berada di perjalanan, rombongan Adipati Minak Sopal mendapati jalur dilewati hanya hutan belantara yang ditumbuhi beraneka ragam tumbu-tumbuhan.
Beliau merasa ada kejanggalan sebab di sepanjang jalan yang ditelusuri tidak ditemukan tumbuhan bambu, akhirnya beliau menancapkan tongkatnya yang berupa bambu petung
Sesaat kemudian dari tongkat yang ditancapkan menjadi tumbuh dengan subur dan berkembang sangat pesat diwilayah ini dan akhirnya wilayah ini diberi nama ' Desa Petung'.
Secara taksonimi, Petung (Dendrocalamus asper) adalah salah satu jenis bambu yang memiliki ukuran lingkar batang yang besar dan termasuk ke dalam suku rumput-rumputan dan banyak manfaat dan terutama digunakan sebagai bahan bangunan dan kayu struktural untuk konstruksi pelbagai bangunan. [2]
Rebung Bambu Petung sangat disukai, selain karena ukurannya yang besar, rasa juga manis.

Sementara itu, bukti sejarah Desa Petung yang valid belum di temukan, namun perlu diketahui Desa ini telah tercatat dalam peta peta pemukiman di Karesidenan Kediri.
Peta ini dicantumkan sesuai dengan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda tanggal 6 Juli no.8 tahun 1869 sampai dengan tahun 1875, yang di terbitkan oleh Universitaire Bibliotheken Leiden. [3]
Spirit Menakspoal saat menjadi Adipati Trenggalek, kini kembali di teladani oleh Bupati Trenggalek yang mengusung program "Trenggalek Proklim" sebagai bagian dari upaya menjaga Ekologi melalui aksi Menanam Bambu.
Kebijakan ini tentu tidak bisa lepas dari upaya untuk menjaga ekologi, sebab topografi Trenggalek yang mayoritas pegunungan menjadi rentan terhadap bencana.
Salah satu upaya mitigasi yang di lakukan tentunya dengan melakukan penanaman bambu.
Bupati Trenggalek mengeluarkan aturan yang menghimbau kepada setiap warga di wilayah Kabupaten Trenggalek untuk menanam pohon bambu setahun sekali. [4]
Referensi
- Sejarah Desa Petung, 31 Januari 2017
- Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia I: 343-4. Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. Jakarta. (versi berbahasa Belanda -1922- I: 285-6. sebagai Dendrocalamus flagellifer)
- Kaart van de Residentie Kediri, Universitaire Bibliotheken Leiden, Shelfmark, D G 9,24, Batavia : Topographisch Bureau, 1890-1891
- Mochamad Nur Arifin, Bambu! Pusaka Baru Mas Ipin untuk Amankan Trenggalek. Youtube Channel, 20 Jun 2019