Toponimi2 menit baca
Desa Pandankrajan, Toponimi Desa Sima Prabu Airlangga
T
Tim Tanm24 Juli 2023 · 9 dibaca
Desa Pandankrajan merupakan sebuah desa di kaki bukit Sentono di wilayah Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto,...
Desa Pandankrajan merupakan sebuah desa di kaki bukit Sentono di wilayah Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai Petani dan Peternak
Sejarah Desa Pandankrajan sangat erat di kaitkan dengan temuan Prasasti Paṇḍān, yang di dalamnya menyebutkan nama desa Paṇḍān yang mendapatkan anugerah sīma dari Raja Airlangga.
Prasasti ini ditemukan di Desa Pandankrajan, Kemlagi yang lokasinya tidak jauh dari Dusun Gapuro, Desa Mojojajar, kurang lebih hanya 1,5 Km.
Prasasti Paṇḍān (dituliskan dengan Paṇḍān) adalah sebuah prasasti batu yang dituliskan dengan aksara dan bahasa Jawa Kuno berangka tahun 964 Śaka atau 1042 Masehi.[1]
Prasasti ini dibuat pada masa pemerintahan raja Śrī Mahārāja Rake Halu Śrī Lokeśwara Dharmmawaṅsa Airlanggānanta wikramotunggadewa.
Selain nama raja, disebutkan pula seseorang bergelar rakai hino bernama Śrī Samarawijaya Dhāmasuparṇnawahana Tguh Uttunggadewa.
Prasasti Paṇḍān memiliki bentuk blok berpuncak runcing dengan tinggi 150 cm, tinggi padmasana 20 cm, lebar 95 cm, dan tebal 20 cm.
Ukuran tersebut diperoleh setelah dilakukan rekonstruksi bentuk karena kondisi ditemukannya prasasti tersebut telah terpecah-pecah.
Tinggi prasasti yang berukuran 150 cm ditulisi aksara Jawa Kuno di seluruh sisinya (depan/recto, belakang/verso, sisi kiri dan sisi kanan).
Prabu Airlangga dikenal sebagai raja besar yang memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. tercatat sebanyak 33 prasasti yang dikeluarkan pada masa pemerintahan Raja Airlangga.[2]
Sebagian besar prasasti itu berupa pemberian status Sima pada wilayah (desa) seperti yang di berikan pada desa Pandan.
Secara Etimologi, Pandankrajan merupakan gabungan dari 2 frasa yakni Pandan ( Pandanus) dan Krajan (Kerajaan).
Pandanus atau Pandan merupakan tumbuhan monokotil [3] dari genus Pandanus. Sebagian besar anggotanya merupakan tumbuh di pantai-pantai daerah tropika
Tumbuhan pandan dapat tumbuh secara liar di habitat pesisir maupun area tropis dan subtropis, salah satunya adalah wilayah Indo-Malaysia dan Polinesia-Mikronesia maupun area Pasifik [4]
Tidak ada penjelasan yang pasti, apakah ada kaitan tanaman pandan yang di jadikan toponimi desa pandan. Pergantian nama Desa Pandan yang ditulis dalam prasasti Pandan, menjadi Pandankrajan di yakini terjadi pada era Majapahit
Konon, sebelum pecah perang Paregreg di tahun 1401, Raja Majapahit yang kerap melakukan safari keliling ke daerah ini melintas dan singgah di Desa pandan. [5]
Kelak sang Raja kembali bersama seorang perempuan yang bernama Roro Kemuning serta dibantu seorang laki – laki yang bernama Kik Jliteng untuk mengembangkan atau menjaga desa Pandan
Penempatan Roro Kemuning oleh Raja di desa ini, selanjutnya di artikan sebagai Pandan Milik Raja, sehingga pada tahun 1391 desa Pandan (yang telah ada sejak tahun 1042) ini diganti nama oleh Raja Wikramawardhana menjadi desa Pandankrajan [5]
Referensi
- Agustin. Clara, (2010). Prasasti Paṇḍān 964 Śaka: Rekonstruksi Bentuk dan Isi. Skripsi. Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.
- Tedjowasono, Ninie Susanti (2010). Airlangga : Biografi Raja Pembaru Jawa Abad XI. Depok: Komunitas Bambu.
- Allen, D.J. (2020). "Pandanus odorifer". 2020: e.T199828A183186217
- Stuart Jr, G.U. (2018). Pandan
- Legenda Desa Pandankrajan, laman Wikipedia