Toponimi2 menit baca
Desa Kepuh, Toponimi Pohon Sterculia di Tapal Batas Desa
T
Tim Tanm25 Juni 2023 · 14 dibaca
Desa Kepuh terletak di Kec. Kertosono dan 23 Km dari pusat pemerintahan Kabupaten Nganjuk.Sejarah Desa...
Desa Kepuh terletak di Kec. Kertosono dan 23 Km dari pusat pemerintahan Kabupaten Nganjuk.
Sejarah Desa Kepuh bermula dari kisah beberapa utusan dari Kerajaan Mataram yang mendatangi suatu wilayah yang masih berupa hutan heterogen
Utusan Mataram ini kemudian menebangi hutan di sekitar daerah dan membangun pemukiman, Mereka memperluas lahan sebagai wilayah kekuasaan mereka dengan membuka lahan
Untuk menandai batas wilayah, mereka menanam pohon Kepuh di setiap sudutnya. Dengan batas tersebut akhirnya mereka menamai wilayahnya dengan sebutan wilayah Kepuh. [1]
Kepuh atau kelumpang (Sterculia foetida) adalah sejenis pohon kerabat jauh kapuk randu. Tinggi dengan batang besar menjulang, pohon ini kerap didapati di hutan-hutan pantai. Di Bali dan juga di Jawa, pohon yang lekas tumbuh ini banyak ditemukan di pemakaman. [2]
Nama marga Sterculius atau Sterquilinus, yang diambil dari nama dewa pupuk pada mitologi Romawi. Bersama dengan nama spesiesnya, foetida (artinya, berbau keras, busuk)
Nama ilmiahnya merujuk pada bau tak enak yang dikeluarkan oleh pohon ini, terutama dari bunganya. [2]
Kisah folklor dari sesepuh Desa Kepuh menyebutkan, awalnya para utusan Mataram ini menempati wilayah tersebut tepatnya di daerah Balongboto yakni kini berdiri sebuah bangunan pabrik Kertas yang bernama PT. Jaya Kertas Kertosono.
Pada saat awal pembangunan PT Jaya Kertas Kertosono, bekas peninggalan mereka juga banyak di temukan, di antaranya berupa bekas bangunan terbuat dari batu bata, arca dan perkakas rumah tangga seperti piring kuno, gelas kuno dan lain-lain.
Adanya bangunan batu bata yang besar tersebut oleh warga desa pada saat itu memberi nama Balongboto.
Sekelompok orang tersebut bermusyawarah tentang siapa yang akan menjadi pemimpin. Dari musyawarah tersebut ditunjuklah Raden Sosro Bau sebagai pemimpin mereka.
Pemerintahan R. Sosro Bau ini berlangsung cukup lama hingga masa penjajahan Belanda. [1] Saat penjajahan Belanda, mulailah dibentuk dan ditetapkan nama wilayah tersebut sebutan Desa Kepuh
Di Desa Kepuh juga terdapat suatu sejarah yang hingga saat ini masih diperingati warga sehabis panen sebagai Bersih Desa, yaitu hari Jum’at Pahing. Pengambilan hari Jum’at dikarenakan Jum’at dianggap sebagai hari keramat umat Islam.
Sedangkan Pahing adalah nama penunggu/penghuni sebuah pohon yang menurut kepercayaan orang dulu berupa Roh halus Gondoruwo. [1]
Hingga kini, masyarakat menyakini jika ada orang Kepuh menggelar hajat, maka sosok yang namanya Pahing ini sering mengganggu bila tidak diberi sesaji di pohon tersebut.

Keberadaan Desa Kepuh yang menjadi salah satu desa yang berusia lebih dari 1 abad. [3] Hal ini setidaknya tercatat pada Peta Residen Kediri : yang dicantumkan sesuai dengan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda tanggal 6 Juli no.8 tahun 1869 s/d 1875
Dalam peta yang di publikasikan oleh Universitaire Bibliotheken Leiden, Belanda di tahun 1892, Nama Desa Kepuh tertulis Kepoeh dan di catat dalam peta bernomor D G 10,11 [3]
Referensi
- Sejarah Desa Kepuh, https://kertosono.nganjukkab.go.id/
- Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 3:1353-1355 Terj. Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta
- Kaart van de Residentie Kediri, Universitaire Bibliotheken Leiden, Shelfmark, D G 10,11, Batavia : Topographisch Bureau, 1890-1891