tanm
Toponimi2 menit baca

Desa Kejawan, Toponimi Rumput Lumbung Kisah Lembu Peteng

T
Tim Tanm1 Juli 2023 · 11 dibaca

Desa Kejawan berada di kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Indonesia. Masyarakat Grobogan mengaitkan sejarah...

Desa Kejawan berada di kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Indonesia. Masyarakat Grobogan mengaitkan sejarah Kejawan ini dengan keberadaan Bondan Kejawan yang meninggalkan petilasan di Kabupaten Grobogan.

Bondan Kajawan atau Dyah Lembu Peteng adalah putra Brawijaya (Batara Wijaya) raja Kerajaan Majapahit terakhir dengan Wandan Kuning, seorang dayang yang biasa melayani permaisuri raja yaitu Putri Campa. [1] 

Brawijaya dengan Wandan Kuning melahirkan seorang putra bernama Dyah Lembu Peteng alias Bondan Kajawan. Bondan Kajawan ketika masih kecil dititipkan dan berguru kepada seorang petani di desa Tarub. 

Petani tersebut adalah Ki Ageng Tarub. Menurut Babad Demak, Ki Ageng Tarub mempunyai istri bernama Dyah Nawangwulan dan 
memiliki seorang putri bernama Dyah Nawangsih yang kemudian menikah dengan Dyah Lembu Peteng.[2]

Nama Kejawan juga merujuk pada tumbuhan bernama Echinochloa crus-galli [3]  adalah sejenis rumput liar yang berasal dari Asia tropis yang dulunya tergolong jenis rumput panicum 

Tumbuhan ini berkhasiat melunturkan batu yang terbentuk dari garam kalsium oksalat pada kantung empedu, kantung kancing, dan ginjal. [3]

Rumput kajawan juga diceritakan di pewayangan dalam lakon Pikukuhan ketika Dewi Umayi sedang mencari Batara Guru.

Tumbuhan ini dikenal sebagai cockspur (atau rumput cockspur ), millet lumbung , millet Jepang , rumput air , rumput lumbung biasa , atau hanya "rumput lumbung" [4]
Keberadaan Desa Kejawan tercatat pada peta letak topografi di tahun 1909. Peta yang di terbitkan oleh Universitaire Bibliotheken Leiden, Belanda ini menuliskan nama Kejawan dengan ejaan Kedjawan [5]

Referensi 
  1. Olthof, W. L. (2017). Floberita Aning, A. Yogaswara, ed. Babad Tanah Jawi: Mulai Dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. Diterjemahkan oleh Soemarsono, H. R. (edisi ke-5). Yogyakarta: Narasi. ISBN 9789791680479.
  2. Purwadi (2005). Babad Demak: Sejarah Perkembangan Islam di Tanah Jawa. Demak: Tunas Harapan. ISBN 9792612041.
  3. Iman Budhi Sentosa (2017), Suta Naya Dhadap Waru, Manusia Jawa dan Tumbuhan
  4. Heuzé V., Thiollet H., Tran G., Lebas F., 2017. Cockspur grass (Echinochloa crus-galli) forage. Feedipedia, a programme by INRA, CIRAD, AFZ and FAO.
  5. Batavia : Topografische Inrichting, 1909, Universitaire Bibliotheken Leiden