tanm
Toponimi2 menit baca

Desa Getas, Kisah Ki Ageng Paniten Toponimi Mangga Pipit

T
Tim Tanm24 Juni 2023 · 17 dibaca

Desa Getas, sebuah nama desa di Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, mengisahkan tentang jejak pemerintahan Kerajaan...

Desa Getas, sebuah nama desa di Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, mengisahkan tentang jejak pemerintahan Kerajaan Mataram, yang mana waktu itu ada wilayah Kujonmanis yang dipimpin oleh Ki Ageng Paniten. [1] 

Karena Ki Ageng Paniten dianggap mbalelo terhadap Kerajaan Mataram, maka Kerajaan Mataram mengirim utusan dengan segenap prajurit yang dipimpin oleh Pragolopati. Ketika sampai di daerah Kujonmanis, terjadilah perang.

Seluruh prajurit Kerajaan Mataram merasa kewalahan karena tidak seimbang, akhirnya mundur. Namun, terus dikejar oleh prajurit yang dipimpin oleh Ki Ageng Paniten ke arah barat hingga mendekati Sungai Badog, dan terus menyeberangi sungai tersebut.  [1] 

Setelah sampai di tepi barat Sungai Badog, prajurit Ki Ageng Paniten berhenti karena kelelahan. Mereka bertahan di situ secara berkelompok.

Ki Ageng Paniten mengganggap bahwa prajuritnya telah putus semangat. Kondisi seperti ini, dalam bahasa Jawa disebut getas atau patah semangat, dan untuk mendorong semangat para prajurit, Ki Ageng Paniten berkata “Prajurit ojo sok getasan, lan yen ono rejane zaman sak teruse papan panggonan iki keno disebut Deso Getas.” (Prajurit jangan mudah patah semangat, dan bila ramainya zaman kelak dan seterusnya, tempat ini dinamakan Desa Getas).

Peristiwa ini terjadi pada pertengahan abad 18, dan yang menjadi Kepala Desa pertama adalah Kromo Donakatelah alias Palang Ogel.

Secara Toponimi, Desa Getas juga memiliki kaitan dengan tumbuhan bernama Getas [2] yang dalam bahasa latin Buchanania arborescens.  

Pohon Getas lazim dikenal sebagai pohon gooseberry kecil atau mangga burung pipit , adalah pohon kecil dan ramping yang berasal dari hutan tropis musiman di Australia utara , Asia Tenggara, dan Kepulauan Solomon [2]

Spesies ini secara resmi dideskripsikan pada tahun 1826 oleh ahli botani Carl Ludwig Blume berdasarkan spesimen tumbuhan yang dikumpulkan dari Jawa . 

Carl Ludwig Blume awalnya menamakan Coniogeton arborescens, kemudian ia memindahkan spesies tersebut ke genus Buchanania pada tahun 1850 [4]

Di Australia, spesies ini hidup secara alami di ujung utara benua dari Australia Barat  [3] serta menyebar ke Teritorial Utara hingga Queensland di mana ia meluas ke pesisir timur sejauh selatan hingga Pulau Hinchinbrook [5]

Keberadaan Desa Getas yang menjadi salah satu desa yang berusia lebih dari 1 abad. Hal ini setidaknya tercatat pada Peta Residen Kediri : yang dicantumkan sesuai dengan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda tanggal 6 Juli no.8 tahun 1869 s/d 1875 

Dalam peta yang di publikasikan oleh Universitaire Bibliotheken Leiden, Belanda itu, Nama Getas di catat dalam peta bernomor D G 9,88 . 

Referensi 
  1. Sejarah Singkat Desa Getas, Budiarto Eko KusumoRabu, 25 Desember 2013, kekunaan.blogspot
  2. Suta Naya Dhadap Waru, Iman Budhi Sentosa 
  3. " Buchanania arborescens (Blume) Blume" . Indeks Nama Tumbuhan Australia (APNI), basis data IBIS . Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati Tumbuhan, Pemerintah Australia
  4.  F.A.Zich; BPMHyland; T.Whiffen; RAKerrigan (2020). " Buchanania arborescens ". Tanaman Hutan Hujan Tropis Australia Edisi 8 (RFK8). Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati Nasional Australia (CANBR),Pemerintah Australia.
  5. " Buchanania arborescens (Blume) Blume" . Flora Australia Daring . Departemen Lingkungan Hidup dan Peninggalan , Pemerintah Australia.
  6. Kaart van de Residentie Kediri, Universitaire Bibliotheken Leiden, Shelfmark, D G 9,88, Batavia : Topographisch Bureau, 1890-1891