tanm
Toponimi2 menit baca

Desa Dilem, Toponimi Nilam di Desa Patirtaan

T
Tim Tanm25 Juni 2023 · 21 dibaca

Desa Dilem terletak di Kec. Kepanjen, Kab. Malang, menyimpan kisah tentang kaputren dan putri kerajaan....

Desa Dilem terletak di Kec. Kepanjen, Kab. Malang, menyimpan kisah tentang kaputren dan putri kerajaan. Desa Dilem, dulu menjadi tempat mandinya para putri raja Kerajaan Jenggolo Manik.

Kerajaan yang di pimpin oleh Ratu Sekar Taji ini pusatnya berada pada sebelah selatan desa. Anggapan itu tak mengherankan sebab desa itu memiliki banyak sumber air. 

Masyarakat mempercayai bahwa sumber pada desa ini seringkali menjadi tempat mandi bagi para putri Kerajaan Jenggolo Manik. [1] 

Dilem diyakini merupakan desa Petirtaan, dan hingga kini masih terbukti banyak di temukan sumber air yang cukup punya nama yakni Sumber Uni yang terletak pada Dusun Lemah Duwur. 

Sumber mata air yang jernih ini sering masyarakat percayai sebagai tempat mandi favorit para putri raja Jenggolo Manik. 

Sumber mata air ini sejak dahulu kala sudah tumbuh banyak tanaman bernama Dilem yang sangat lebat. Bahkan, hingga sekarang, Tanaman Dilem masih bisa dijumpai beberapa lahan sekitar sumber, yang kemudian nama tanaman itulah yang menjadi nama desa ini.

Dilem yang memiliki nama latin Pogostemon cablin [2] ini juga dikenal dengan nama Nilam, semak tropis penghasil sejenis minyak atsiri yang dinamakan sama (minyak nilam) [3] 

Di Indonesia, tanaman nilam memiliki beberapa varietas utama, di antaranya varietas Sidikalang (P. cablin, Benth), Lhokseumawe (P. heyneanus, Benth), dan Tapaktuan (P. hortensis, backer). Tiap varietas ini memiliki kadar PA yang berbeda-beda [3] 

Tumbuhan nilam berupa semak yang bisa mencapai satu meter. Tumbuhan ini menyukai suasana teduh, hangat, dan lembap. Mudah layu jika terkena sinar matahari langsung atau kekurangan air. Bunganya menyebarkan bau wangi yang kuat. [3]

Sebelum dan sesudah mandi, masyarakat percaya bahwa para Putri Raja dulunya kerap singgah pada sebuah tempat yang bernama Reco untuk sekadar melepas lelah. Tempat itu juga terletak pada Dusun Lemah Duwur. [1]

Di areal sumber air ini, banyak sekali kita jumpai batu bata kuno dengan ukuran besar pada area ini, namun saat ini area tersebut sudah tumbuh beberapa pohon, sehingga tak terlihat lagi seperti bekas sebuah bangunan tempat beristirahat.

Berdasarkan arsip yang tersimpan pada balai desa, Desa ini sudah ada sejak tahun 1877. Kepala desa pertamanya adalah mendiang Karto, yang menjabat mulai 1877-1881. Kemudian, pucuk pimpinan pada desa itu, mendiang Setro Kromo pada tahun 1881-1885 telah meneruskan kepemimpinan [1]

Keberadaan Desa Dilem yang menjadi salah satu desa yang berusia lebih dari 1 abad. [3] Hal ini setidaknya tercatat pada Peta Kediaman Pasoeeroan : dicantumkan sesuai dengan Keputusan Pemerintah tanggal 6 Juli 1866 no.8 tahun 1874 s/d 1879

Dalam peta yang di publikasikan oleh Universitaire Bibliotheken Leiden, Belanda di tahun 1885, Nama Desa Dilem di catat dalam peta bernomor D G 11,50 [3]

Referensi 
  1. Ardian Dimas (2021), Desa Dilem Tempat Mandi Para Putri Raja Jenggolo Manik, Wearemania, 16 Maret 2021
  2. Iman Budhi Sentosa, Suta Naya Dhadap Waru, Manusia Jawa dan Tumbuhan. 
  3. M Faizal. (2015). Pengaruh Pemberian Streptomycin Sulfate Dan Corynebacterium Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Nilam Di Daerah Endemik Penyakit Layu Dan Budog (Repository, Institut Pertanian Bogor)
  4. Universitaire Bibliotheken Leiden, Kaart van de Residentie Pasoeroean, 1885