Toponimi2 menit baca
Desa Claket Toponimi Pohon Kedoya di Lereng Gunung Arjuna
T
Tim Tanm27 Juni 2023 · 14 dibaca
Desa Claket berada di kec. Pacet, Kab. Mojokerto. Sejarah desa ini bermula dari folklor yang...
Desa Claket berada di kec. Pacet, Kab. Mojokerto. Sejarah desa ini bermula dari folklor yang beredar di masyarakat yaitu adanya seseorang hindu-budha yang bernama Mbah Sobo Kerto yang terlebih dulu membuka kawasan yang asalnya dari hutan belukar menjadi kawasan pedesaan (pemukiman) seperti sekarang ini. [1]
Nama Desa Claket sendiri diambil dari nama sebuah pohon yang bernama Pohon Claket atau Celaket ada juga yang menyebut pohon Kedoya (nama latin Dysoxylum gaudichaudianum) yang tergolong Duku-dukuan (Meliacae) atau juga disebut sebagai Ivory Mahagoni yang pada saat ini sangat sulit untuk ditemukan.
Tanaman yang memiliki nama latin ini dapat tumbuh dengan tinggi mencapai 25 hingga 45 meter. Diameter pohonnya berkisar 80 cm. Yang khas dari pohon ini adalah adanya jaringan kayu yang mempunyai bau menusuk dan memekakkan penciuman. [2]
Seiring berjalannya waktu dan makin bertambahnya penduduk saat itu, maka terbentuknya Desa Claket secara administrasi sebagai desa kecil yang memulai kepemimpinannya bertepatan dengan sejarah Perang Jawa antara tahun 1825 – 1830, yakni masa peperangan Pangeran Diponegoro melawan Gubernur Jenderal Hendrik Markus De Kock (VOC).
Claket berada di kawasan penyangga dan berada di pegunungan, memiliki Air Terjun yang sangat terkenal yakni Air Terjun Surodadu. Topografi ini sangat cocok dengan habibat pohon celaket yang dapat tumbuh diatas ketinggian 1.200 mdpl [3]

Keberadaan Desa Claket berusia lebih dari 1 abad. [4] Hal ini setidaknya tercatat pada Peta Pemukiman Surabaya. dimasukkan sesuai dengan Keputusan Pemerintah dd. 6 Juli 1866, No. 8 pada tahun 1871 sampai 1878
Dalam peta yang di publikasikan oleh Universitaire Bibliotheken Leiden, Belanda di tahun 1892, Nama Desa Claket tertulis Tjelaket dan di catat dalam peta bernomor D F 57,38 [4]
Referensi
- Sejarah Desa Celaket, Blog Pemdes Desa Celaket
- Ali Maarif, Pohon Kedoya yang Keberadaannya Semakin Langka, Panennews, 20 April 2020
- Iman Budhi Sentosa, Suta Naya Dhadap Waru
- Patjet, Augustus 1892, Universitaire Bibliotheken Leiden, Belanda