Toponimi2 menit baca
Desa Cerme, Toponimi Pohon Ploso dan Kisah Pelarian Sekartaji
T
Tim Tanm10 Juni 2023 · 79 dibaca
Syahdan, di daerah yang kini bernama Desa Cerme ini masih menjadi hutan, dan dalam perkembangannya...
Syahdan, di daerah yang kini bernama Desa Cerme ini masih menjadi hutan, dan dalam perkembangannya berasal dari nama Ploso Ngaglik Kamong Dalem dan Dawuhan/Nglirang dengan seiring majunya jaman hanya tinggal nama, yang ada kini menjadi Desa Cerme, Kecamatan Pace, Kab.Nganjuk, Provinsi Jawa Timur
Kepala Desa Cerme, Iking Eduan Saputra mengatakan Sejarah Desa Cerme tak lepas dari Toponimi sebuah nama Pohon Ploso. Konon menurut cerita nenek moyang Desa Cerme dihuni sejak zaman Kerajaan Kediri. Disitu belum ada Desa, masih hutan.
Hutan Rimba tersebut disebut Ploso Ngaglik, kampong dalem,dan ada yang menyebutnya Dawuhan/Nglirang konon ceritanya. Pada waktu itu Ploso Ngaglik dibuat persembunyian oleh Dewi Sekartaji dengan di tandainya sebuah pohon Ploso
Ketika itu Dewi Sekartaji diburu seorang patih dari kerajaan Kediri untuk di nikahi, namun Dewi Sekartaji tidak mau dan bersembunyi di Ploso Ngaglik.
Dalam persebunyiannya diketahui oleh sang patih namun sebelum sampai ke persebunyiannya telah dihadang oleh pengawal setianya Ki Ageng Amin Mintoroso terjadilah pertempuran sengit, dan sang patih gugur beserta Ki Ageng Amin Mintoroso.
Untuk mengingat kejadiaan tersebut maka Sang Dewi Sekartaji menandai bahwa wilayah Ploso Ngaglik dan kampong dalem yang menjadikan pancernya rame besuk majunya jaman akan di namakan Desa Cerme.
"Memberi nama Desa dengan Nama Tanaman ini bisa jadi menjadi tetenger dari leluhur kepada generasi penerus agar tetap menjaga kelestarian alam, terutama keberadaan Tanaman Ploso dan Cerme" ujarnya
Atas semangat itulah, lanjut Iking, pada tahun 2021, Pemdes menggalakkan penanaman Cerme di sepanjang jalan desa, tujuannya agar warga tidak lupa jati diri identitas desa yang telah di lekatkan oleh para leluhur

Upaya Konservasi, lanjut Iking tidak berhenti sampai disini, di tahun 2022 pihaknya bersama Pelestari Kawasan Wilis serta Siswa SD Negeri Cerme melakukan aksi tanm di embung desa dengan tujuan mengembalikan fungsi embung sebagai cacthment area (zona tangkapan air) sekaligus sebagai wahana wisata edukasi
"Toponimi (asal-usul penamaan nama) Desa Cerme yang di berikan leluhur ini, tentu menjadi bagian dari warisan yang harus di jaga dan dilestarikan melalui kegiatan pelestarian" ujarnya
Apa yang disampaikan Kepala Desa Cerme ini tentu selaras dengan fakta dan keberadaan Desa Cerme yang menjadi salah satu desa yang berusia lebih dari 1 abad. Hal ini setidaknya tercatat pada Peta Residen Kediri : yang dicantumkan sesuai dengan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda tanggal 6 Juli no.8 tahun 1869 s/d 1875

Dalam peta yang di publikasikan oleh Universitaire Bibliotheken Leiden, Belanda itu, Nama Cerme masih menggunakan ejaan lama yakni Tjerme. dan masuk dalam wilayah kadipaten Patje (*)
tofan@pawinihan