Warta1 menit baca
Aksi Tanm Pohon di Waduk Guorejo, Tarokan, Kediri
T
Tim Tanm8 Februari 2023 · 131 dibaca
Pelestari Kawasan Wilis kembali menggelar Aksi penanaman Pohon di sekitar waduk atau biasa disebut sebagai...
Pelestari Kawasan Wilis kembali menggelar Aksi penanaman Pohon di sekitar waduk atau biasa disebut sebagai zona riparian. Aksi ini bertempat di Waduk Guorejo, Desa Tarokan, Kec.Tarokan, Kabupaten Kediri.
Waduk Guorejo merupakan salah satu waduk yang mengairi Daerah Aliran Sungai Brantas wilayah Kediri yang menjadi penyangga perekonomian warga sekaligus buffer zone (zona penyangga) ekologi. Upaya konservasi pada zona riparian ini telah menjadi fokus Pelestari Kawasan Wilis dalam 2 tahun terakhir.
Ketua Umum Pelestari Kawasan Wilis, Tofan Ardi, mengatakan “Upaya menjaga Gunung Wilis di sisi Kediri sudah menjadi kewajiban mutlak bagi seluruh elemen masyarakat, mengingat tutupan lahan di areal hutan yang berada di atas Bandara Kediri ini sudah cukup memprihatinkan”.

.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Pelestari Kawasan Wilis (PERKAWIS), ditemukan lebih dari 15.773 hektar lingkungan yang rusak akibat alih fungsi lahan hutan yang terjadi sejak 5 tahun terakhir. “Kondisi inilah yang menjadi faktor pemicu banjir yang melanda Kec.Tarokan, Kab. Kediri hingga Kec. Pace, Kab.Nganjuk awal januari 2023 lalu” ujarnya.
Tofan juga menyampaikan bahwasannya upaya konservasi yang di tempuh salah satunya adalah memulai Aksi Penanaman Pohon yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2023, dengan melibatkan semua elemen masyarakat diantaranya; Pemerintah Kabupaten Kediri, Perhutani, PT. Jasa Tirta I, Wana Rescue Kediri, Komunitas Pendaki Usia Lanjut, Ikatan Alumni SMAN 2 Nganjuk, serta stakeholder terkait.
“Kegiatan ini merukapan aksi kolaborasi dari dua Kabupaten, yakni Kediri dan Nganjuk, di mana sejumlah elemen masyarakat ikut bergotong - royong untuk bersama menjaga kelestarian hutan”.
Penanaman di areal sekitar Waduk Guorejo yang berada di Hulu ini, bertujuan untuk menambah tutupan lahan di zona riparian serta mengembalikan fungsinya dalam menjaga kualitas air yang masuk ke sungai, baik dari limpasan air permukaan (surface runoff) maupun resapan kedalam aliran air bawah tanah (*)